Sunday, July 6, 2014

Cara Membuat Bakso Enak Kenyal


Bakso merupakan makanan populer yang banyak digemari oleh berbagai kalangan baik tua maupun muda. Kuliner yang satu ini dikenal hampir di berbagai tempat dan daerah di Indonesia. Hal tersebut tak terlepas dari nikmatnya pentol bakso, apalagi memiliki tekstur empuk yang khas dan rasanya yang enak.

Bakso memang memiliki cita rasa sendiri sehingga tak heran jika banyak sekali dijumpai penjual bakso di berbagai daerah. Pastinya anda juga sudah pernah mencicipi kelezatanya. Namun taukah anda cara membuat bakso yang enak, kenyal, dan empuk tersebut?. Berikut ini adalah resep bakso yang bisa anda praktikan.

Bahan Pentol:
1/2 Kg daging sapi yang sudah digiling.
100 gram tepung kanji.
50 gram es batu.
1/4 kg bawang putih yang dihaluskan.
1 butir telur ayam.
1 sendok teh lada putih bubuk.

Bahan Kuah Bakso:
3 liter air (untuk kuah).
1/4 kg bawang putih haluskan.
1 buah balungan/tulang kaki sapi agar kaldu kuah lebih sedap.
2 sendok makan garam.
1 sendok teh pala bubuk.
1 sendok makan gula pasir.
1 sendok teh lada putih bubuk.

Bahan Pelengkap:
Bihun yang telah di rebus
Saus tomat dan kecap manis
Bawang goreng
Daun seledri secukupnya
Sambal

Cara Membuatnya:
Langkah pertamanya yaitu dengan mencampur es batu, daging sapi giling, telur, dan bumbu untuk pentol tadi. Kemudian haluskan dengan blender/food processor/mixer.
Sembari mencampur tadi, tambahkan pula tepung kanji sedikit demi seikit sambil mengaduk campuran hingga rata. Setelah rata, tuang bahan pentol tersebut ke dalam baskom.

Selanjutnya bentuk adonan pentol sesuai dengan ukuran yang di inginkan. Pentol yang sudah di bentuk di rebus kedalam air yang sudah mendidih. Masukan sesuai dengan kapasitas air, angkat pentol yang sudah terapung, yang terapung merupakan pentol yang sudah masak.
Pembuatan kuah bakso, caranya yaitu dengan memasukkan semua bahan dan humbu untuk bakso biarkan hingga masak dan mendidih.

Cara menyajikan, masukan bahan pelengkap bakso di mangkok. Setelah semua bahan siap, siram dengan kuah dan pentol bakso. Bakso lebih nikmat disantap saat masih hangat.
Demikan resep bakso yang enak dan lezat. Semoga anda bisa mencobanya sendiri di rumah dan semoga resep ini bermanfaat bagi anda.


Sumber :
http://www.likethisya.com

Monday, March 10, 2014

Ciri Bakso Mengandung Boraks


Boraks dapat membuat makanan menjadi lebih kenyal dan boraks membuat bakso menjadi lebih awet dan tidak mudah basi sehingga bisa menekan kerugian.

Sebagai konsumen kita perlu berhati-hati dalam memilih makanan termasuk juga saat memilih warung bakso. 

Mungkin sesekali selama setahun makan bakso boraks tidak masalah bagi tubuh kita, karena tubuh masih mampu meregenerasi efek buruk zat boraks. Namun jika berulang kali maka akan menjadi masalah. Oleh sebab itu perlu kiranya sobat untuk dapat membedakan mana bakso yang mengandung boraks dan mana yang tidak.

Untuk mengetahui dan membedakan mana bakso boraks dan yang bukan, kita dapat melihatnya dan menelitinya dari segi-segi berikut ini:

1. Warna
Bakso yang mengandung boraks warnanya agak terang dan agak menyerupai karet, agak kekuningan. Sedangkan yang tidak mengandung boraks warnanya cenderung gelap. Namun cara ini memerlukan kejelian dalam melihatnya.

2. Bau
Bau bakso yang tidak mengandung boraks tercium bau daging yang cukup kentara. Sedangkan bakso boraks kurang tercium aroma dagingnya, malah lebih tercium aroma bahan kimia.

3. Kekenyalan
Bakso boraks biasanya sangat kenyal seperti karet. Jika ditekan dengan karet sangat kenyal. Saat ditken dengan jari kuat-kuat sangat keras dan tidak mudah pecah. Sedangkan bakso yang tidak mengandung boraks empuk ditekan dan mudak retak dan terbelah jika ditekan kuat-kuat dengan dua jari.

4. Daya pantul
Bakso boraks menjadi seperti karet, sehingga bila kita jatuhkan akan memantul seperti bola karet. Bakso borak jika dijatuhkan akan memantul beberapa kali, sedangkan yang tidak ber boraks hanya memantul lalu menggelinding.

5. Rasa
Bakso borak rasanya mengandung rasa sedikit pahit.

6. Serat bakso
Saat kita coba tekan keras keras dengan dua jari sampai terbelah, bakso yang tidak ber boraks terlihat adanya serat-serat bakso. Bakso boraks cenderung sebaliknya.


http://bolejuga.com

Saturday, February 22, 2014

Profit Pengusaha Bakso Lebih dari Rp 20 Juta/Bulan

Richa Susanti, mantan TKW asal Malang yang kini sukses sebagai pengusaha warung bakso.

Butuh keberanian besar untuk bisa keluar dari posisi nyaman yang sudah terlanjur di dapat. Ketidakpastian sudah menanti di depan. Jika sial, maka nasib bisa jadi lebih buruk. Namun sebaliknya, jika beruntung maka nasib bisa gilang gemilang.

Richa Susanti, wanita asal Malang, menjadi satu dari orang-orang yang beruntung karena berani keluar dari zona nyamannya. Satu tahun lalu ia masihlah seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Hong Kong. Kini, ia adalah pengusaha warung bakso dengan penghasilan lebih dari Rp 20 juta per bulan.

"Dulu saya TKW di Hong Kong selama delapan tahun. Penghasilan saya antara Rp 3,5 sampai 4 juta per bulan. Tak ada masalah dengan majikan, mereka baik. Tapi pada satu titik saya sudah mantap memutuskan untuk pulang ke Malang," cerita Richa di acara Universitas Ciputra Entrepreneurship Online di Ciputra World 1, Jakarta Selatan, Senin (17/2).

Alasan di balik keputusan Richa sangatlah sentimentil namun wajar dimaklumi. Ia sudah sangat lama meninggalkan anaknya sejak si kecil yang baru berumur dua tahun. Hanya sesekali ia bisa pulang menemui buah hatinya.

Di Hong Kong, ia tak menemui banyak masalah saat bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Richa rutin mendapat libur, diperlakukan dengan baik, dan gajinya rutin dibayarkan.

"Tapi saya pikir tidak bisa begini terus. Kasihan anak saya tinggal lama sekali, delapan tahun. Saya sebetulnya ke Hong Kong dengan niat cari modal tapi nggak pernah bisa. Ada saja keperluan buat anak saya atau neneknya. Sampai akhirnya saya putuskan untuk memakai tabungan untuk memodali usaha di Malang," aku ibu satu anak ini.

Richa pun kemudian menyuntik modal untuk membuka usaha warung bakso di Malang. Ia memilih lokasi di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III. Karena masih bekerja di Hong Kong, Richa pun hanya bisa memberi modal serta konsep tanpa bisa turun tangan langsung. Alhasil usahanya stagnan. Pendapatannya hanya berkisar di angka Rp 300.000/hari.

Nasib Richa berubah saat ada program Mandiri Sahabatku di Hong Kong. Program hasil kerja sama Bank Mandiri dan Universitas Ciputra. Dari sana, Richa mendapat banyak pengetahuan tentang wirausaha melalui jalur daring atau online. Mulai dari pemasaran hingga soal inovasi.

"Saya serius ingin belajar. Cuma itu modal terbesar saya. Majikan saya tidak membolehkan saya pegang laptop. Tubuh saya kan lemah, jadi kalau tidurnya kemalaman, paginya suka lemas dan kerjanya nggak maksimal. Tapi saya nekat, belajarnya sembunyi-sembunyi. Paling sering belajar di kamar mandi, buka lewat ponsel sambil megang senter," Richa mengisahkan pengalamannya mengikuti program Mandiri Sahabatku tahun 2012 pada angkatan kedua.

Hasilnya tak sia-sia. Selama enam bulan belajar, pengetahuan Richa tentang dunia usaha makin dalam, sehingga ia bulat tekad untuk memutuskan pulang kampung. Ia sangat yakin di sana tak akan kekurangan uang.

Godaan sempat muncul saat ia dibujuk majikan untuk membatalkan niatnya. Ia diiming-imingi kenaikan gaji sekaligus pemberian fasilitas khusus.

"Majikan saya nggendoli. Saya ditawari gaji Rp 6 juta per bulan. Terus anak saya boleh datang ke Hong Kong setahun dua kali tanpa saya keluar uang. Akomodasi sama transportasi majikan saya yang tanggung. Bahkan saat anak saya minta neneknya harus diajak pun majikan saya mau memenuhinya," kata Richa.

Tapi ia tak goyah. Keputusannya sudah bulat. Dan hasilnya pun tak mengecewakan. Usaha warung baksonya berkembang pesat.

"Sekarang sehari bisa dapat Rp 3,5 juta. Kalau laba bersihnya sekitar 20 sampai 60 persen," ujarnya.

Jika dihitung, pendapatan janda 35 tahun ini bisa mencapai sekitar Rp 20 juta/bulan.

"Lebih Mas," jawab Richa semringah.


Sumber : 
http://www.beritasatu.com

Saturday, November 23, 2013

Bakso Tukul Arwana dengan Menu Bakso Telur Puyuh


PENYAJIAN bakso kini semakin variatif. Salah satunya bakso telur puyuh dari Bakso Tukul Arwana.

"Kita memakai telur puyuh yang dimasak dengan tingkat kematangan tertentu, jadi aromanya masih benar-benar original telur puyuh," kata Kusuma Wijaya, Executive Chef Bakso Tukul Arwana, kepada Okezone pada pembukaan warung Bakso Tukul Arwana di Jakarta, senin (14/1/2013).

Dalam satu mangkoknya, ada bakso sapi dan bakso telur puyuh, sawi dengan taburan potongan daun bawang dan bawang goreng. Anda dapat memilih menggunakan mi kuning ataupun bihun.

Kuahnya pun tidak seperti kuah bakso lainnya. Di sini Anda bisa memilih kuah bakso asam pedas, miso, atau jika Anda tidak menyukai keduanya, maka tersedia kuah original.

Bakso telur puyuh termasuk menu andalan warung bakso milik komedian Tukul Arwana bersama Muliadi Handojo. Seporsinya ditawarkan dengan harga Rp18.500. Bila Anda ingin tambahan isi, maka tersedia berbagai jenis bakso, tahu, kresol, dan pangsit dengan kisaran harga Rp1.100 sampai Rp6.600 per buah.

Penasaran ingin mencicipi? Datang saja ke Bakso Tukul Arwana di Komplek Green Ville Blok AS No34B, Jakarta Selatan. Warung ini buka pada pukul 10.00 sampai 22.00 WIB.

Sumber : http://www.okefood.com

Bakso Marcell Darwin Drop karena Harga Daging Sapi Naik



Beberapa bulan terakhir ini omset bisnis bakso yang tengah digeluti pesinetron Marcell Darwin mengalami penurunan. Menurut Marcell, hal itu dipicu oleh mahalnya harga daging sapi di pasaran.
Sebelumnya, Marcell memiliki omset yang cukup besar. Dirinya mampu menggaji 10 orang karyawan dan memperluas pemasarannya hingga ke luar kota seperti Jombang.

"Waktu masih daging murah, prospek naik, dan daging mahal agak drop," ungkap Marcell saat ditemui di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (2/10) malam.

Sejak setahun terakhir, Marcell memang tengah disibukkan menjadi produsen bakso bersama kakaknya yang berprofesi sebagai distributor daging sapi dan ayam.
Bakso dipilih lantaran disukai semua masyarakat Indonesia.

"Kakak saya distributor sapi dan ayam. Kita berpikir bagaimana mengembangkan daging sapi. Terpilihlah bakso karena semua orang suka sama bakso," papar Marcell.

http://www.kapanlagi.com

Helmalia Putri Melirik Bisnis Bakso


Artis sinetron Helmalia Putri belajar mengelola bisnis bakso. Tak tanggung-tanggung, dara yang akrab disapa Puput ini terjun langsung untuk belajar bersama tukang bakso keliling.

"Sejak lama aku sering ikut aksi sosial seperti ini. Dan kebetulan acara ini berhubungan dengan pedagang kaki lima (pedagang bakso), jadi sangat menarik," katanya dalam acara 'Pedagang Tangguh Menuju Indonesia Berdaya' di PT Miwon, kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (9/11).

Pada kesempatan itu, pemain film Semesta Mendukung ini bersama para pedagang bakso belajar mengenai proses meracik bumbu yang higienis. Termasuk pemilihan bahan mentah sampai proses penjualan yang baik.

"Kan sempat ada rumor kalau pedagang bakso itu ada obat borak-nya, segala macam. Hal itu rupanya mengganggu mata pencarian mereka. Makanya dengan kegiatan ini mereka bisa tahu cara berdagang yang baik seperti apa," tutur Puput.

Artis kelahiran Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, 13 April 1983 itu mengaku sangat antusias mengikuti acara yang digagas Dompet Duafa ini karena ia suka jajan. Kebiasaan jajan dari kecil itu bahkan masih ia lakukan hingga kini, khususnya ketika di lokasi syuting.

"Kalau di lokasi syuting aku yang paling heboh kalau lihat abang tukang bakso. Nah dari kebiasaan itu ada kegiatan seperti ini. Jadi, klop saja. Karena selama ini aku kan nggak tahu proses dan higienisnya seperti apa," ujar bintang film In The Name Of Love itu.

Namun saat disinggung mengenai bisnis bakso, Puput belum punya rencana berbisnis. 

"Belum kepikiran kesana sih, nggak tahu nanti ya," katanya tersenyum.



Sumber : http://artis.inilah.com

Wednesday, September 12, 2012

Bakso Radja - Jenggolo Buduran Sidoarjo

Selama bulan Agustus 2012 kuliner bakso sedang vakum, dikarenakan bulan puasa Ramadhan 1433 H. Jadi aktivitas jalan-jalan menikmati bakso harus di-stop untuk memperbanyak ibadah.

Sekarang memasuki bulan September tahun 2012, petualangan kuliner bakso dilanjutkan kembali. Kali ini kita di daerah Sidoarjo kota. Saat akan memasuki kota Sidoarjo tepatnya sebelum jembatan flyover di Buduran dari arah Surabaya, disebelah kiri jalan terdapat banyak orang berjualan. 

Mulai dari peralatan bermotor, bunga dan tanaman. Juga terdapat wisata kuliner, salah satunya adalah Bakso Radja. Posisi yang lumayan strategis karena sekitar 10 km dari pabrik di daerah Gedangan Sidoarjo dan sekitar 20 km dari pabrik di daerah Rungkut Industri. 

Tentunya para pekerja yang bekerja di dua daerah industri diatas yang tinggal di daerah Sidoarjo telah melewati perjalanan pulang yang lumayan jauh. Belum lagi jalur yang dilalui adalah daerah penuh kemacetan. Sehingga pasti ada perasaan capek dan penat selama perjalanan.

Tidak salah jika sebelum sampai di rumah, ada baiknya menyantap semangkok Bakso Radja di Buduran sebelum jembatan flyover Jenggolo. 

Secara keseluruhan rasa dari bakso yang dihadirkan cukup nikmat. Mulai dari pentol bakso kasar, pentol halus, pentol gorengan dan gorengannya sendiri. Cuma yan kurang adalah kuah baksonya yang disajikan terasa hangat, padahal jika saja kuah bakso yang disajikan bisa lebih panas sedikit maka akan menguatkan dari citarasa baksonya.

Layak untuk dicoba terutama bagi anda yang belum pernah mencobanya.